Darah Aceh adalah riwayat badai
Yang tak goyah saat gelombang raksasa sampai
Ia selaras dengan tanah yang bijak
Keras bagai batu, namun suci dalam jejak
Di Tanah Rencong tempat subuh bermula
Mengalir sungai merah yang tak kenal akan reda
Bukan saja lurutan yang menghidupkan raga
Tetapi ikrar para syuhada yang ada selamanya
Darah tak kenal rute menyerah
Ia mengalir menyertai rapa’i yang menghentak dada
Harumnya bukan amis besi, tetapi semerbak bungong jeumpa
Dan dari sumpah yang ditanam di bawah akar Seulawah
Darah yang keras seperti kerang di Ulee Lheue
Namun lembut selembut sutra saat peumulia jamee
Ia yang hanya hidup di mana azan dan debu beradu
Darah yang tak bisa kau eja jika jiwa ragamu bukan Aceh

