Cover Buku Antologi
PELUK BAMBU PADA LEUMANG

Di gubuk tua nan sahaja
Berpayung rumbia yang mulai senja
Tungku-tungku gagah berdiri kokoh
Tempat bambu berbaris saling merengkuh
Di tangan kakek tua daun pisang digulung
Dengan sisa tenaga yang masih agung
Di sanalah ketan dan santan penuh gembira berlindung
Tempat mereka melepas rindu yang tak kunjung rampung
Lalu apa kabar dengan bambu-bambu itu?
Mereka rela dirangkul bara dan nyala
Hadirnya bak pahlawan penyelamat jiwa
Dalam pelukannya ketan dan santan aman terjaga
Hingga ketan dan santan telah bersatu padu
Dengan aroma dan rasa leumang yang kian menderu
Bambu-bambu itu membisu tanpa keluh mengadu
Walau akhirnya leumang beranjak lepas meninggalkan bambu
“Terima kasih, duhai bambu-bambuku”
Ucap leumang pada para pahlawan itu
“Hadirmu ’kan tetap kukenang”
“Walau kami sudah duduk manis di atas pinggan”

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait