Di bawah lantai meunasah yang tak megah
Beralas tikar tua yang terbentang pasrah
Para pemuda dipimpin tengku bersila berbaris
Berselimut rindu akan Baginda yang tak pernah habis
Saat tubuh diayun seirama zikir yang mengalir deras
Satu per satu panah selawat melesat ke langit bebas
“Shalatullah Shalamullah ‘Ala Thaha Rasulillah”
Berharap rindu dibalas oleh sapa Nabiyullah
Hawa mentari mengucurkan peluh para pezikir
Tapi tak mengapa asal selawat terus mengalir
Tiap hentak tubuh ada rindu yang kami kirim
Kiranya Nabi menghadiahi syafaat di hari akhir

