Di atas lantai yang menjadi saksi raga
Bergerak mengikuti irama musik yang bergema
Bukan sekadar ayunan tangan dan kaki yang tertata
Tetapi napas yang menjelma menjadi narasi jiwa
Dalam gemulai jemari yang melentur
Tari Ranup Lampuan mulai bertutur
Dalam adat yang tidak pernah luntur
Peumulia jamee dalam gerakan yang teratur
Setiap lentik jemari adalah bungkusan doa nan rapi
Mengharumkan adat di pelataran Serambi
Di tanah ini, tamu disambut dengan sepenuh hati
Takzim kami mengalur suci dari sanubari
Tari Ranup Lampuan bukan sekadar tradisi
Ia janji yang tak ’kan sirna di bumi Serambi
Cinta dan adab adalah kasta tertinggi
Abadi dalam gerakan, menyatu dalam hati
14 ●|| Festival Literasi Aceh 2025

