Di tanah yang bernapas zikir
Rapai bertabuh memecah sunyi
Mengalun dari dada para lelaki
Yang menyatukan langkah dengan iman
Dentumnya bukan sekadar bunyi
Ia adalah gema sejarah
Tentang keberanian yang tak pernah padam
Tentang jiwa yang tegak dalam doa
Lalu hadir top daboh
Sunyi seketika menjadi takjub
Tubuh menantang tajamnya dunia
Namun tak goyah oleh luka
Di antara ayat yang dilantunkan
Ada keyakinan yang tak terlihat
Bahwa raga hanyalah titipan
Dan takut telah dikalahkan oleh percaya
Rapai dan top daboh
Dua wajah dari satu jiwa
Antara irama dan keberanian
Antara seni dan keteguhan
Aceh menulis dirinya di sana
Pada dentum yang tak pernah lelah
Pada tubuh yang berserah
Dan pada tradisi yang hidup dalam darah

