Cover Buku
TANOH ACEH KUSAYANG

Tanoh Serambi Mekkah yang indah

Di sana kenangan terpatri di jiwa

Baik suka dan duka kita lewati bersama

Membangun Aceh yang pernah porak-poranda

Aceh yang kaya akan adat dan istiadat

Alam dan laut yang indah dan kaya

Meskipun Aceh pernah dalam luka

Namun bersama kita membangun Aceh mulia

Langit kelabu kembali menggantung rendah

Membawa mendung yang sarat dengan gelisah

Di Tanah Serambi hujan bukan lagi sekadar rahmat

Tetapi bisikan cemas yang merambat di sela urat

Aceh memang tanah yang tabah menelan duka

Namun air ini terus memaksa luka kembali terbuka

Bukan tentang lemah menghadapi bencana

Tetapi tentang ingatan hilang begitu nyata

Dalam sunyi di posko-posko dingin

Kami bertanya pada semilir angin

Sampai kapan luka ini akan terus disiram air

Namun iman menjawab, bertahanlah, jangan menyerah

Sebab di balik setiap genangan yang merendam kaki

Kenangan yang hanyut dibawa arus dingin

Dan juga netra yang basah akan air mata

Ada sabar yang lebih luas dari banjir yang telah mendera

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait