Di bawah lipatan daun pisang yang layu di perapian,
Tersimpan permata kuning, lembut nan menawan.
Lembut tepung ketan membalut rupa,
Berpadu srikaya atau kelapa yang bermanja.
Ibu, jemari lincah menari,
Mengaduk tepung, santan, dan hati.
Di dalamnya ada srikaya yang manis abadi,
Atau parutan kelapa, teman sejati.
Ia bukan sekadar hidangan timphan di atas talam,
Tapi tanda memuliakan tamu di hari yang tenteram.

