Di bawah rimbun pohon yang teduh
Gugusan belimbing wuluh bersimpuh
Ialah permata hijau yang rela ditinggalkan
Demi sebuah rahasia yang hendak diawetkan
Di atas bleut anyaman kelapa, belimbing terbentang
Ditempa matahari, hijau rupa perlahan memudar
Dalam situek pelepah pinang, garam tulus meminang
Mengunci rasa agar busuk tak berani menjalar
Kami waspada pada bisikan langit yang kelabu
Sebab setetes hujan bisa mematahkan sabar ibu
Kini rupa berganti legam, kisut, dan menyusut
Namun di dalam belanga, nyawa masakan ia rajut
Asam sunti, kau terbang hingga ke Tanah Suci
Kepingan rindu yang setia menemani langkah kaki
Bahwa menjadi berguna butuh ketabahan jiwa
Meski rupa merapuh, manfaatmu abadi selamanya

